Selasa, 12 April 2016

Alat BanTu Jalan



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Alat Bantu Jalan

Alat bantu jalan  yaitu alat yang di gunakan untuk membantu klien supaya dapat berjalan dan bergerak. (suratun dkk,2008)
Alat bantu jalan merupakan sebuah alat yang dipergunakan untuk memudahkan klien dalam berjalan agar terhindar dari resiko cidera dan juga menurunkan ketergantungan pada orang lain. Alat bantu jalan pasien adalah alat bantu jalan yang digunakan pada penderita/pasien yang mengalami penurunan kekuatan otot dan patah tulang pada anggota gerak bawah serta gangguan keseimbangan. (kozier barbara dkk, 2009)

      2.2 Jenis- Jenis Alat Bantu Jalan Pasien

Masing-masing alat bantu jalan memiliki indikasi penggunaan dan cara penggunaan yang berbeda. Ada beberapa faktor yang dipertimbangkan untuk menentukan pola berjalan dengan menggunakan alat bantu jalan, antara lain kemampuan pasien untuk melangkah dengan satu / kedua tungkai, kemampuan weight bearing dan keseimbangan pasien dengan satu kaki / kedua tungkai, dan kemampuan kedua AGA untuk mempertahankan weight bearing & keseimbangan, serta kemampuan mempertahankan tubuh dalam posisi berdiri.
Jenis-jenis alat bantu yang dipakai di antaranya:
1.      KRUK
2.      WALKER
3.      KURSI RODA
4.      TRIPOD / QUADRIPOD
5.      STICK

2.3 Macam-Macam Alat Bantu
2.3.1 Tongkat

Description: penggunaan alat bantu

            Tongkat adalah  alat yang ringan, dapat dipindahkan, setinggi pinggang dan terbuat dari kayu atau logam.
Tongkat kaki 4 dan kaki 3 adalah alat bantu berjalan berupa tongkat dengan kaki-kaki berjumlah 4. Tongkat bisa diatur tinggi rendahnya agar bisa digunakan oleh orang dengan segala umur. Cocok digunakan oleh Lansia dan untuk rehabilitasi setelah kecelakaan atau operasi.
            Tongkat kaki lipat besi ringan dan kuat untuk orang tua adalah tongkat kaki yang dapat dilipat manjadi pendek sehingga dapat dimasukkan ke dalam tas atau kantung plastik. Tongkat lipat terbuat dari besi baja yang kuat namun ringan. Tinggi tongkat kaki dapat disetel ketinggiannya menjadi 5 tingkat.

2.3.1.1  Tipe tongkat:
a.       Tongkat standar yang berbentuk lurus, tongkat standar mempunyai panjang 91 cm. 
b.      Tongkat kaki tiga 
c.       Tongkat kaki empat.(kozier barbara dkk, 2009)

2.3.1.2  Persyaratan tongkat meliputi:
a.       Ujung tongkat yang mengenai lantai diberi karet setebal 3,75 cm untuk memberi stabilitas optimal pada klien.
b.      Ukuran tongkat setinggi pangkal paha
c.       Siku klien dapat defleksi (pembelokan) diatas tongkat kira-kira 25-300. (suratun dkk,2008)

2.3.1.3 Tujuan mobilisasi
a.       Membantu mempertahankan keseimbangan
b.      Menghindari risiko cedera saat berjalan
c.       Mengurangi dampak negatif imobilitas

2.3.1.3  Persiapan Alat
a)      Tongkat dengan ukuran panjang yang sesuai
b)      Sandal yang sesuai

2.3.1.4 Prosedur:
a.       Beri salam
b.       Jelaskan tujuan prosedur dan tindakan yang akan dilakukan
c.        Cuci tangan untuk mengurangi transmisi organisme
  1. Jelaskan kepada klien cara berjalan menggunakan tongkat
  2. Bantu klien berdiri
  3. Instruksikan klien untuk memegang tongkat pada sisi tubuh yang kuat atau sehat
  4. Letakkan tongkat sekitar 30cm di depan kaki klien
  5. Minta klien melangkahkan kaki yang kuat ke depan
  6. Selalu siapkan diri anda di sisi klien untuk membantu menjaga keseimbangan jika dibutuhkan
  7. Kaji setiap kemajuan yang dicapai klien, dan lakukan koreksi jika perlu
  8. Cuci tangan
2.3.2 Kruk
Description: penggunaan alat bantu

Kruk yaitu tongkat atau alat bantu untuk berjalan, biasanya digunakan secara berpasangan yang di ciptakan untuk mengatur keseimbangan pada saat akan berjalan. (suratun dkk,2008)
Kruk adalah alat bantu yang terbuat dari logam atau pun kayu dengan panjang yang cukup untuk diraih dari axilla sampai ke tanah atau lantai. Kruk memiliki permukaan cekung yang disesuaikan di bawah lengan dan sebuah balok melintang untuk tangan untuk menyangga berat badan.

2.3.2.1 Jenis-jenis kruk
            Pada dasarnya kruk dibagi dua yaitu kruk axilla dan kruk nonaxilla. Kruk nonaxilla dapat mentransfer 40-50% berat badan, sedangkan kruk axilla dapat mentransfer sampai 80% berat badan. Hal ini membuat kruk axilla lebih baik dalam menopang badan.
Kruk axilla memiliki dua bidang tegak lurus yaitu penopang bahu dan pegangan tangan. Kruk tersedia dalam berbagai ukuran berbeda. Extension crutch pada kruk merupakan tambahan agar panjang kruk dapat disesuaikan, sehingga berguna pada anak-anak yang dalam proses pertumbuhan agar dapat disesuaikan dengan perubahan tinggi anak. Selain itu berguna di rumah sakit agar dapat digunakan oleh banyak orang. “Kruk ortho”  memiliki penyangga bahu yang berkontur dan pegangan tangan yang dapat disesuaikan, sehingga lebih nyaman dalam penggunaannya.

2.3.2.2 Indikasi penggunaan kruk
a.       Pasca amputasi kaki
b.       Hemiparese
c.        Paraparese
d.       Fraktur pada ekstremitas bawah
e.        Terpasang gibs
f.        Pasca pemasangan gibs(suratun dkk,2008)

2.3.2.3  Kontra Indikasi
a.       Penderita demam dengan suhu tubuh lebih dari 37o C.
b.       Penderita dalam keadaan bedrest.

2.3.2.4 Manfaat Penggunaan Kruk
a.       Memelihara dan mengembalikan fungsi otot.
b.       Mencegah kelainan bentuk, seperti kaki menjadi bengkok.
c.        Memelihara dan meningkatkan kekuatan otot.
d.       Mencegah komplikasi, seperti otot mengecil dan kekakuan sendi. (suratun dkk,2008)

2.3.2.5 Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan kruk
a.       Perawat atau keluarga harus memperhatikan ketika klien akan menggunakan kruk.
b.       Monitor klien saat memeriksa penggunaan kruk dan observasi untuk beberapa saat sampai problem hilang.
c.        Perhatikan kondisi klien saat mulai berjalan.
d.       Sebelum digunakan, cek dahulu kruk untuk persiapan.
e.        Perhatikan lingkungan sekitar. (suratun dkk,2008)

2.3.2.6  Tujuan Penggunaan Kruk
a.    Membantu mempertahankan keseimbangan
b.    Menghindari risiko cedera saat berjalan
c.    Mengurangi dampak negatif imobilitas

2.3.2.7  Fungsi Kruk
a.    Sebagai alat bantu berjalan.
b.    Mengatur atau memberi keseimbangan waktu berjalan.
c.    Membantu menyokong sebagian berat badan klien

2.3.2.8  Prosedur
A.    Beri salam
B.     Jelaskan tujuan prosedur dan tindakan yang akan dilakukan
C.     Cuci tangan
D.    Jelaskan kepada klien gaya berjalan menggunakan kruk:
a.       Gaya beralan 4 titik
1.      Bantu klien berdiri dengan ditopang dua buah kruk
2.      Letakkan kedua tungkai klien dalam posisi sejajar dengan kedua titik tumpu kruk berada di depan kedua kaki klien
3.      Minta klien untuk berjalan dengan menggerakkan tungkai kiri ke depan
4.      Selanjutnya, gerakkan kruk kiri kedepan kemudian tungkai kanan juga kedepan
5.      Ulangi langkah tersebut setiap kali berjalan

b.      Gaya berjalan 3 titik
1.    Gerakkan tungkai kiri dan kedua kruk ke depan, kemudian gerakkan tungkai kanan ke depan
2.    Ulangi langkah tersebut setiap kali berjalan
c.       Gaya berjalan 2 titik
1.      Gerakkan tungkai kiri dan kruk kanan ke depan secara bersamaan, kemudian gerakkan tungkai kanan dan kruk kiri ke depan juga secara bersamaan
2.      Ulangi langkah tersebut setiap kali berjalan
E.     Selalu siapkan diri anda di sisi klien untuk membantu menjaga keseimbangan jika dibutuhkan
F.      Kaji setiap kemajuan yang dicapai klien dan lakukan koreksi jika perlu
G.    Cuci tangan

2.3.2.9 Cara naik tangga:
a.       Lakukan posisi tiga titik
b.      Bebankan berat badan pada kruk
c.       Julurkan tungkai yang tidak sakit antara kruk dan anak tangga
d.      Pindahkan beban berat badan dari kruk ketungkai yang tidak sakit 
e.       Luruskan kedua kruk dengan kaki yang tidak sakit diatas anak tangga 

2.3.2.10 Cara turun tangga:
a.       Bebankan berat badan pada kaki yang tidak sakit 
b.      Letakkan kruk pada anak tangga dan mulai memindahkan berat badan pada kruk, gerakkan kaki yang sakit kedepan 
c.       Luruskan kaki yang tidak sakit pada anak tangga dengan kruk 
d.      Ajarkan klien tentang cara duduk di kursi dancara beranjakdari kursi.

2.3.2.11 Cara duduk:
a.       Klien diposisi tengah depan kursi dengan aspek posterior kaki menyentuh kursi
b.      Klien memegang kedua kruk dengan tangan berlawanan dengan tungkai yang sakit. Jika kedua tungkai sakit kruk ditahan dan pegang pada tangan klien yang lebih kuat
c.       Klien meraih tangan kursi dengan tangan yang lain dan merendahkan tubuh kekursi
2.3.2.12 Cara bangun:
a.       Lakukan tiga langkah di atas dalam urutan sebaliknya.
b.      Cuci tangan
c.       Catat cara berjalan dan   prosedur yang diajarkan serta kemampuan klien untuk melakukan cara berjalan dalam catatan perawat.(suratun dkk,2008)

2.2.3 Walker Kruk
Description: penggunaan alat bantu2

Walker adalah salah satu alat bantu berjalan yang kerangkanya terbuat dari bahan logam. Alat ini dilengkapi dengan dua gagang yang berfungsi sebagai tempat yang penggunaannya digunakan sebagai tempat pegangan serta menggunakan empat kaki sebagai penumpunya. Salah satu jenis walker adalah standar walker. Walker jenis ini biasanya digunakan untuk orang tua yang masih kuat mengangkat alat ini untuk berjalan, biasanya orang yang menggunakan alat ini membutuhkan bantuan dari orang lain.
            Walker ditujukan bagi klien  yang membutuhkan lebih banyak bantuan  dari yang bisa diberikan oleh tongkat. Tipe standar walker terbuat dari alumunium yang telah dihaluskan. Walker mempunyai empat kaki dengan ujung dilapisi karet dan pegangan tangan yang dilapisi plastik. Walker standar membutuhkan kekuatan parsial pada kedua tangan dan pergelanga tangan; ekstensor siku yang  kuat, dan depresor bahu yang kuat pula. Selain itu klien juga harus mampu menahan setengah berat badan pada kedua tungkai.Walkker dengan empat roda atau walker beroda tidak perlu diangkat ketika hendak bergerak, namun walker jenis ini kurang stabil dibandingkan dengan walker jenis standar. Beberapa jenis walker beroda mempunyai tempat duduk pada bagian belakang sehingga klien dapat duduk untuk istirahat jika diinginkan.
            Walker jenis lain mempunyai dua ujung karet dan dua roda. Klien memiringkan walker, mengangkat ujung karet sementara rodanya tetap di permukaan tanah, kemudian mendorong walker tersebut kearah depan.
            Perawat mungkin harus menyesuaikan tinggi walker sehingga penyangga tangan berada dibawah pinggang klien dan siku klien agak fleksi. Walker yang terlalu rendah dapat menyebabkan klien membungkuk, sementara yang terlalu tinggi dapat membuat klien tidak dapat meluruskan lengannya.
Cara penggunaan walker kruk:
2.2.3.1 Ketika klien membutuhkan bantuan maksimal.
  1. Gerakkan walker kedepan  kira-kira 15cm sementara berat badan bertumpu pada kedua tungkai
  2. Kemudian gerakkan kaki kanan hingga mendekakti walker sementara berat badan dibebankan pada tungkai kiri dan kedua tangan.
  3. Selanjutnya, gerakkan kaki kiri hingga mendekati kaki kanan sementara berat badan bertumpu pada tungkai kanan dan kedua lengan.
2.2.3.2  Jika salah satu tungkai klien lemah
a.    Gerakkan tungkai yang lemah kedepan secara bersamaan sekitar 15 cm (6 inchi) sementara berat badan bertumpu pada tungkai yang kuat
b.    Kemudian, gerakkan tungkai yang lebih kuat ke depan sementara beratbadan bertumpu pada tungkai lemah dan kedua lengan.

2.2.3.3 Tujuan
a.    Membantu mempertahankan keseimbangan
b.    Menghindari risiko cedera saat berjalan
c.    Mengurangi dampak negatif imobilitas

2.2.3.4  Persiapan Alat
a.       Walker
b.      Sandal yang sesuai

2.2.3.5  Prosedur
a.       Beri salam
b.      Jelaskan tujuan prosedur dan tindakan yang akan dilakukan
c.       Cuci tangan
d.      Jelaskan kepada klien cara berjalan menggunakan walker
e.       Bantu klien berdiri
f.       Minta klien untuk memegang gagang walker
g.      Minta klien untuk berjalan maju menggunakan bantuan walker, dengan tetap mempertahankan 4 titik walker di atas lantai
h.      Pastikan klien mengangkat kakinya pada saat berjalan, bukan menarik
i.        Selalu siapkan diri anda di sisi klien untuk membantu menjaga keseimbangan jika dibutuhkan
j.        Kaji setiap kemajuan yang dicapai klien, dan lakukan koreksi jika perlu
k.      Cuci tangan





























BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Mobilisasi merupakan kebutuhan manusia untuk melakukan aktivitas karena aktivitas dilakukan secara bebas dari satu tempat ke tempat yang lain.
Alat bantu merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memudahkan klien berjalan agar menurunkan ketergantungan pada orang lain.
B.Saran
Setelah dilakukan seminar ini hendaknya mahasiswa dan masyarakat mengetaui dan menggunakan alat bantu disesuaikan dengan indikasi dan kontra indikasi dari alat  tersebut.












DAFTAR PUSTAKA


Suratun dkk.(2008).Klien Gangguan Sistem Muskuloskeletal.Jakarta: EGC

Barbara, Kozier dkk.(2009).Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis Kozier & ERB,             Edisi 5.Jakarta: EGC

Kusyati, Eni dkk.(2012).Keterampilan & Prosedur Laboratorium Keperawatan     dasar.Jakarta: EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar